Rabu, 04 Maret 2009

Setia Menunggu Ku

Di siang yang terik, dia berjalan seorang diri. Wajah letihnya mendominasi, namun senyumnya tetap mengembang. Aku hanya dapat diam, berjalan perlahan ke arahnya, senyumnya semakin lebar. Dia melambai ke arah ku, tapi aku tetap berjalan perlahan. Dia sabar menunggu. Ketika aku tetpat berhenti di hadapannya, dia menyentuhku lembut. Dan bersandar pada tubuhku. Aku mengantarnya pulang. Selama perjalanan matanya terpejam sambil tetap menyandar padaku. Aku tetap diam. Ketika hampir sampai di depan gang rumahnya, dia bilang turun di situ saja. Aku menurut. Dia turun perlahan. Menatapku sebentar, kemudian dia berjalan perlahan masuk ke gang rumahnya. Aku pun pergi.


nb : Hanan berperan sebagai "dia"
Kisah di atas berdasarkan pengalaman pribadi

Tidak ada komentar: