Tiga hari pertama di sekolah baru, di jenjang pendidikan yang lebih tingg, selalu diisi dengan pengenalan siswa baru terhadap sekolah barunya. Tiga hari ini sering disebut MOS, masa orientasi sekolah. Apa sih MOS itu? Ada yang bilang MOS adalah masa dimana siswa-siswa baru mengenal dan diperkenalkan dengan lingkungan sekolahnya. Ada juga yang bilang MOS adalah perploncoan kakak kelas terhadap adik kelas barunya. Mana yang benar? Tidak ada yang benar dan salah. Semua tergantung darimana da bagaimana kita memandangnya.
Semua kegiatan pasti ada tujuannya, begitu pula dengan MOS. Pihak sekolah yang mengadakan MOS menginginkan siswa-siswanya mengenalnya sekolah yang akan menjadi rumah kedua bagi mereka. Bukan hanya itu, melalui MOS siswa diharapakan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan begitu akan terwujud rasa nyaman dalam Kegiatan Belajar Mengajar.
Dewasa ini, Mos lebih dianalogikan sebagai peploncoan senior terhapad juniornya yang bru masuk lingkungan sekolah. Sebagai contoh, banyak kasus kakak kelas membentak adik kelasnya dengan alasan yang tidak masuk akal. Contoh lain, mereka yang di-MOS, disuruh membawa benda-benda yang aneh.
Sebenarnya, adakah prosedur yang tepat tentang MOS dari Diknas? Sebenarnya, perlukah Mos itu diadakan? Semua kembali bagaimana kita memandangnya. Setiap peristiwa dan kegiatan ada sisi baik dan buruknya. Sekarang tinggla bagaimana kita dapat mengambil sisi baik dan membuang sisi buruknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar