Entah kenapa hari ini rasanya penuh dengan keluhan dan umpatan. Aku ngerasa lelah, ngerasa pesimis banget. (tuh kan ngeluh lagi). Entah kenapa sejak kertas itu mendarat di tanganku dan mata ku melihat deretan angka di atasnya, secara ajaib senyum ku lenyap, berganti dengan lekukan jelek pada bibir dan wajah ku.
Ku harap ini ga berlanjut hingga besok.
O iya, ini tulisanku tadi siang :
Banyak yang bisa diambil dari setiap peristiwa yang ku alami. Tapi ga jarang aku bingung , apa yang bisa kuambil dari musibah yang menimpa ku. Sekarang aku sadar, apa yang membuatku susah mengambil pelajaran dari musibah ku, apa itu? Ya, itu karena hatiku yang masih sempit, pikiranku yang masih pendek. Aku ga berpikir panjang dan jernih. Padahal jika aku mau berpikir jernih, berpikir positif, semua peristiwa ada ibrohnya, ada pelajarannya. Ada sesuatu yang dapat membuatku jadi lebih dewasa.
Mudah2n tulisanku itu jadi penyemangat ku dan penyemangat kita semua.
Di balik cerita terekam beribu kenangan Di balik cerita tersembunyi beribu inspirasi Di balik cerita tersimpan beribu manfaat
Rabu, 11 Maret 2009
Jumat, 06 Maret 2009
Hari yg Indah
Jarum jam di kelas menunjukkan pukul 11.45, yak bel berdering, tanda usai sudah kegiatan belajar mengajar hari ini. Teman2 bertanya pada ku "Nan, ada keputrian ga?" ku jawab "Ga ada, kita ke MBR aj yuuk."
Ok, kami memutuskan untuk ke MBR, santai sambil ngobrol menunggu waktu english yang akan dimulai puku 1.30. Aku minta teman2 untuk duduk membentuk lingkaran dan kita saling sharing. Semua duduk melingkar, dan mulai membicarakan english day hari ini yang isunya akan diadakan tes (haduuuh, ga bangeeet). Tiba2 ada yang nyeletuk "Kita jalan2 yuuk" semua setuju dan mulai berdiskusi kapan kami akan melaksanakannya. Mulanya kami berencana jalan2 besok, sabtu sore (jadi malam mingguan bareng gitu). Tapi banyak yang ga bisa, termasuk aku. Jadi kami diskusi lagi sambil foto2 (hehe"). Akhirnya diputuskan hari ini. Mulanya mau mulai jalan sore, abis english day, tapi karena kami males (karena tes itu), jadi diusulkan untuk cabut english day. Tapi dasar anak 28, masih bimbang. akhirnya beberapa teman meyakinkan bahwa ga papa lah sekali2 cabut, akhirnya aku juga miki, ga papa lah, toh jarang2 ini, aku juga males tes. Ok, rencana udah mateng, kami akan keliling2 naik busway. Semua temen2 ku yang ada di situ ku suruh cepet sholat dan cepet keluar dari sekolah, coz takut gerbang keburu ditutup.
Yak, semua udah selesai sholat. Eh, ada yang ga mau ikut lantaran dia ada les yang ga bisa ditinggal. oke, yang bisa dan mau ikut jalan semua ku giring ke gerbang. Tapi di deket tangga kami ketemu anak2 cowok KRAYON, mereka yang bener2 taat peraturan, mereka kayak agak mencegah kami untuk pergi. Jadi aku dan beberapa teman yang pengen banget jalan berusaha mengembalikan pikiran temen2 yang lain untuk ikut atau ga. Akhirnya aku, ena dan ara berhasil sampai gerbang, tapi masih banyak temen2 yang di dalam areal sekolah, kami bertiga gemes, h\jadi kami nyebrang jalan duluan, sebagai tanda agar mereka bergerak lebih cepat. Ternyata mereka menunggu seseorang. Hmm..
Oke, akhirnya semua kumpul, total yang ikut jalan ada 11. Eeeeh, timbul konflik (ga usah di kasih tau ya konfliknya apa,hehe").
Berangkaaaat.. Pertama kami naik 75 ke halte busway (aku lupa halte mana). Yak, di jembatannya kami foto lagi. haha" dasar cewe, hobi banget foto.
Beli karcis dan nunggu busway datang. Kami membicarakan semua hal. Busway datang. Di busway yang lumayan penuh (jadi kami berdiri), tawa tetap terdengar diantara kami (sungguh, aku seneng banget, tawa ku tak bisa ku tahan). Karena agak penuh, jadi kami memutuskan untuk turun dulu, trus lanjut pake busway yang lain, tapi tetap dengan arah yang sama. Ok, perjalanan dilanjutkan, kami ikut busway itu sampe ujung. Tetap dengan penuh canda tawa. Seakan busway hanya milik kami, bercanda, tertawa, berfoto, saling cerita.
Ternyata 2 diantara akmi harus balik ke sekolah karena ada les. Jadi kami mengantar mereka dulu ke halte busway yang memudahkan mereka kembali ke 28. Nah, di halte ini lah, kami, 9 yang tersisa kembali berdiskusi hendak kemana kami. Akhirnya diputuskan kami akan ke Pejaten Village, mall baru di deket sekolah. Keputusan itu diambil karena kami udah laper banget (mungkin kecuali aku ya, coz dari pagi aku udah makan banyak banget, parah deh banyaknya, tapi karena temen2 pada bilang laper, aku jadi laper juga. hehe")
Tujuan selanjutnya adalah Pejaten Village.^^
Sampai di Penvil (Pejaten Village), kami langsung menuju tempat makan (Es Teler 77), langsung pesen makanan. Menunggu pesanan. Pesanan datang, langsung diserbu. Makan selesai, tapi kami belum usai. Masih ada yang diobrolin. Beberapa teman cerita. Minta pendapat.
Pukul 4 lebih, kami putuskan untuk pulang. sebelumnya sholat dulu dong. Sampe di mushola, udah kayak di MBR, taro tas di tengah2 ruangan. haha" setelah sholat, kami ngobrol dulu sebentar, membahas tentang kejadian saat pelajaran b.inggris yang ga banget.
Akhirnya pulaaaang..
Kami pisah, Annisa pulang bareng sepupunya yang kebetulan juga lagi di penvil, ena dan bolang pulang bareng, jadi yang tersisa hanya aku, ara, ais dan noni. kami menuju ke 28 dengan 75 yang sesek sumpek.
sungguh hari yang tak terlupakan
ku harap ini bukan yang terakhir
Love you gals..^.^
Ok, kami memutuskan untuk ke MBR, santai sambil ngobrol menunggu waktu english yang akan dimulai puku 1.30. Aku minta teman2 untuk duduk membentuk lingkaran dan kita saling sharing. Semua duduk melingkar, dan mulai membicarakan english day hari ini yang isunya akan diadakan tes (haduuuh, ga bangeeet). Tiba2 ada yang nyeletuk "Kita jalan2 yuuk" semua setuju dan mulai berdiskusi kapan kami akan melaksanakannya. Mulanya kami berencana jalan2 besok, sabtu sore (jadi malam mingguan bareng gitu). Tapi banyak yang ga bisa, termasuk aku. Jadi kami diskusi lagi sambil foto2 (hehe"). Akhirnya diputuskan hari ini. Mulanya mau mulai jalan sore, abis english day, tapi karena kami males (karena tes itu), jadi diusulkan untuk cabut english day. Tapi dasar anak 28, masih bimbang. akhirnya beberapa teman meyakinkan bahwa ga papa lah sekali2 cabut, akhirnya aku juga miki, ga papa lah, toh jarang2 ini, aku juga males tes. Ok, rencana udah mateng, kami akan keliling2 naik busway. Semua temen2 ku yang ada di situ ku suruh cepet sholat dan cepet keluar dari sekolah, coz takut gerbang keburu ditutup.
Yak, semua udah selesai sholat. Eh, ada yang ga mau ikut lantaran dia ada les yang ga bisa ditinggal. oke, yang bisa dan mau ikut jalan semua ku giring ke gerbang. Tapi di deket tangga kami ketemu anak2 cowok KRAYON, mereka yang bener2 taat peraturan, mereka kayak agak mencegah kami untuk pergi. Jadi aku dan beberapa teman yang pengen banget jalan berusaha mengembalikan pikiran temen2 yang lain untuk ikut atau ga. Akhirnya aku, ena dan ara berhasil sampai gerbang, tapi masih banyak temen2 yang di dalam areal sekolah, kami bertiga gemes, h\jadi kami nyebrang jalan duluan, sebagai tanda agar mereka bergerak lebih cepat. Ternyata mereka menunggu seseorang. Hmm..
Oke, akhirnya semua kumpul, total yang ikut jalan ada 11. Eeeeh, timbul konflik (ga usah di kasih tau ya konfliknya apa,hehe").
Berangkaaaat.. Pertama kami naik 75 ke halte busway (aku lupa halte mana). Yak, di jembatannya kami foto lagi. haha" dasar cewe, hobi banget foto.
Beli karcis dan nunggu busway datang. Kami membicarakan semua hal. Busway datang. Di busway yang lumayan penuh (jadi kami berdiri), tawa tetap terdengar diantara kami (sungguh, aku seneng banget, tawa ku tak bisa ku tahan). Karena agak penuh, jadi kami memutuskan untuk turun dulu, trus lanjut pake busway yang lain, tapi tetap dengan arah yang sama. Ok, perjalanan dilanjutkan, kami ikut busway itu sampe ujung. Tetap dengan penuh canda tawa. Seakan busway hanya milik kami, bercanda, tertawa, berfoto, saling cerita.
Ternyata 2 diantara akmi harus balik ke sekolah karena ada les. Jadi kami mengantar mereka dulu ke halte busway yang memudahkan mereka kembali ke 28. Nah, di halte ini lah, kami, 9 yang tersisa kembali berdiskusi hendak kemana kami. Akhirnya diputuskan kami akan ke Pejaten Village, mall baru di deket sekolah. Keputusan itu diambil karena kami udah laper banget (mungkin kecuali aku ya, coz dari pagi aku udah makan banyak banget, parah deh banyaknya, tapi karena temen2 pada bilang laper, aku jadi laper juga. hehe")
Tujuan selanjutnya adalah Pejaten Village.^^
Sampai di Penvil (Pejaten Village), kami langsung menuju tempat makan (Es Teler 77), langsung pesen makanan. Menunggu pesanan. Pesanan datang, langsung diserbu. Makan selesai, tapi kami belum usai. Masih ada yang diobrolin. Beberapa teman cerita. Minta pendapat.
Pukul 4 lebih, kami putuskan untuk pulang. sebelumnya sholat dulu dong. Sampe di mushola, udah kayak di MBR, taro tas di tengah2 ruangan. haha" setelah sholat, kami ngobrol dulu sebentar, membahas tentang kejadian saat pelajaran b.inggris yang ga banget.
Akhirnya pulaaaang..
Kami pisah, Annisa pulang bareng sepupunya yang kebetulan juga lagi di penvil, ena dan bolang pulang bareng, jadi yang tersisa hanya aku, ara, ais dan noni. kami menuju ke 28 dengan 75 yang sesek sumpek.
sungguh hari yang tak terlupakan
ku harap ini bukan yang terakhir
Love you gals..^.^
Rabu, 04 Maret 2009
Setia Menunggu Ku
Di siang yang terik, dia berjalan seorang diri. Wajah letihnya mendominasi, namun senyumnya tetap mengembang. Aku hanya dapat diam, berjalan perlahan ke arahnya, senyumnya semakin lebar. Dia melambai ke arah ku, tapi aku tetap berjalan perlahan. Dia sabar menunggu. Ketika aku tetpat berhenti di hadapannya, dia menyentuhku lembut. Dan bersandar pada tubuhku. Aku mengantarnya pulang. Selama perjalanan matanya terpejam sambil tetap menyandar padaku. Aku tetap diam. Ketika hampir sampai di depan gang rumahnya, dia bilang turun di situ saja. Aku menurut. Dia turun perlahan. Menatapku sebentar, kemudian dia berjalan perlahan masuk ke gang rumahnya. Aku pun pergi.
nb : Hanan berperan sebagai "dia"
Kisah di atas berdasarkan pengalaman pribadi
nb : Hanan berperan sebagai "dia"
Kisah di atas berdasarkan pengalaman pribadi
Langganan:
Postingan (Atom)