Senin, 16 Februari 2009

Petaka Membawa Berkah

Anak-anak KRAYON pasti udah tau ya, apa yang kualami hari ini, tepatnya siang ini.
Tadi siang, sekitar jam 2, pelajaran kimia, hanan melakukan tindakan yang sangat bodoh.
berikut adalah kisah lengkapnya.

Jam 12.40 bel tanda usainya istirahat kedua berteriak, memanggil segenap anak bangsa di 28 untuk segera kembali ke kelas masing-masing. Walau sang bel telah rela mengorbankan dirinya tersiksa untuk kami, anak-anak yang hanya peduli dengan bel jika itu pertanda istirahat dan pulang, masih banyak saja yang berleha-leha di kantin, di MBR, di koridor kelas. Tetapi, itu semua bukan mutlak kesalahan kami. Guru pun sering telat masuk kelas, tetapi ketelatan guru ini disyukuri oleh kami. Tetapi tidaj untuk kali ini, aku dan 22 teman ainnya sudah menunggu dengan harap-harap cemas kedatangan Pak Maryono, guru matematika sekaligus wali kelas tercinta kami, hal ini bukan tanpa sebab. Kami telah siap menerima soal-soal remedial. Yapp, aku dan 22 teman ku aka remedial MTK.
Akhirnya, yang ditunggu pun datang. Remedial dimulai. Hanan berusaha tenang dan meyakinkan diri bahwa hanan bisa mengerjakan semua soal. Waktu berlalu dengan sangat cepat. Aku baru mengerjakan 3 soal dari 5 soal yang diberikan. Pak Mar, memberi waktu tambahan dengan meminjam waktu kimia. oke, remedial selesai.
Bu Nur masuk kelas dengan gayanya yang khas. Beliau mulai mengajar tentang alkana, alkena, dan alkuna. Di tengah-tengah penjelasan beliau, Renusa, cowok unik tapi cerdas di belakangku menantang diriku. Aku yang sedang mudah sensi ini merasa tertantang, dan menerima tantangannya, yaitu merakit kembali pulpen yang sudah ia bongkar. Aku fokus dengan potongan pulpen yang ada di tanganku. Tapi selama aku sedang berusaha, Renusa mengusikku dengan kata yang makin bikin aku sewot. Dia bilang gini "Udah nan, klo ga bisa biar gw aja." Aku merasa terhina "Ga, gw bisa." Aku kembali dengan pulpen ditangan, tapi masih tetap mengobrol dengan renusa.
Yapp, akhirnya selesai juga, aku berhasil merakit kembali dengan sempurna pulpen Renusa. aku pamerin ke Renusa. dan dia mengumpat "Sial, udah bener lagi!!"
Saat itu lah, Bu Nur memanggil Renusa dan aku ke depan. Ternyata dia memperhatikan akmi berdua sejak pertama memulai pembicaraan. Kena lah kami berdua. Beliau menyuruh kami menjelaskan materi yang sedang baliau bahas. Glek, sejak awal aku memang tidak memperhatikan. Aku hanya bisa menunduk, menunjukkan rasa bersalahku. Renusa yang lebih banyak menjawab pertanyaan Bu Nur perihal kegiatan yang sejak tadi kami lakukan berdua. Aku hanya bisa menggumam. Entah kenapa aku benar-benar merasa bersalha tapi tidak ada gemetar sedikit pun pada tangan dan kaki ku. hmm, hal yang agak aneh untuk seorang hanan.
Singkat cerita, Bu Nur berbaik hati dengan mempersilakan kami duduk kembali. Aku kembali ke tempat ku dengan kepala tertunduk dan hati mengumpat "Hanan BODOH"
Di sisa waktu kimia, Bu Nur banyak berbicara perihal kedisiplinan, remedial, dan cerita untuk menghabiskan waktu mengajarnya..
Tapi dengan kejadian tadi, aku langsung mengerti dengan materi yang tadi aku lewatkan karena kebodohan ku sendiri. Aneh ya?? Tapi memang itulah yang terjadi..^^

Jangan dicontoh ya..

nb:maaf banyak kalimat yang kurang jelas..tapi ya itu hanan^^

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Makanya, Kalau lagi di sekolah belajar yang bener, jangan becanda melulu, haha...

Hanan Tsabitah mengatakan...

anda pasti bukan pelajar

Anonim mengatakan...

ya iya lah bukan pelajar, hari gini masih jadi pelajar...