Kamis, 22 Januari 2009

Amal Darah 28

Rabu (21/1), bertempat di aula Masjid Baiturrahman SMA N 28, donor darah yang merupakan acara tahunan PMR 28 diselenggarakan. Sejak pukul 07.30 panitia sudah sibuk, menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari snack untuk panitia dan PMI, meja-meja yang harus ada di tempat, taplak meja, hingga guru-guru yang berperan dalam pembukaan donor darah tahun ini. Semua sibuk bergerak, tidak ada yng berleha-leha. Semua saling bertanya apa yang kurang, apa lagi yang perlu disiapkan, siapa lagi yang harus dihubungi, siapa lagi yang harus dikonfirmasi, hingga siapa lagi yang perlu dijemput. Semua orang sibuk.

Menurut jadwal, acara akan dibuka pukul 08.20, tapi hingga pukul 08.40 acara belum juga di buka. Hingga kira-kira pukul 09.00 acara baru dibuka. Tetapi PMI belum datang, Ketua PMR mulai gelisah dan mondar-mandir tidak karuan sambil berguman setengah mengomel "Udah jam segini PMI belom dateng. Gimana sih?". Sekitar 15 menit kemudian PMI datang. kesibukan dimulai kembali, panitia membantu PMI menurunkan barang-barang dan membawanya ke dalam aula MBR (Masjid Baiturrahman). Tidak lama kemudian peserta donor darah yang telah dipanggil oleh panita mulai mengisi formulir dan mengantri untuk mendonorkan darahnya.
Suasana berubah menjadi tegang, terutama ditengah peserta donor. Satu persatu peserta mengintip ke tempat peserta donor mendonorkan darahnya. Dengan sopan dan penuh kesabaran, panitia menggiring peserta yang tidak tertib itu kembali yang seharusnya. walaupun sudah diusir dan disuruh duduk. tetapi tetap ada saja yang berusaha mengintip dan membuat ruangan besar itu terlihat sangat penuh.

Peserta yang telah selesai mendonor digiring panitia ke tempat makan dan diberi mie rebus, telur rebus dan susu hangat. Selesai makan , peserta diminta untuk mengisi katu kesan-pesan yang aka digantung di pohon depan MBR. Tidak lupa mereka diberi Sangobion dan souvenir lucu buatan tangan para panitia.
Pukul 12.00 pendaftaan ditutup, padahal masih ada satu kelas (ekita 10-15 peserta) yang belum mendonorkan darahnya. Hal ini dilakukan karena darah yang tidak disimpan pada tempat penyimpanan darah hanya bisa bertahan 3-4 jam, bila lebih dari itu darah akan rusak. Pukul 12.30 proses donor darah selesai, PMI pulang dan panitia kembali sibuk. Sibuk membereskan MBR yang dipakai untuk sholat bagi semua siswi muslim SMA 28. Setelah semua beres-membereskan selesai, semua panitia berkumpul di UKS, markasnya PMR, untuk makan siang bersama dan evaluasi.

Suasana selama makan sungguh ceria, semua makan sambil bercanda. Selesai makan panitia tidak langsung evaluasi, tetapi dilanjutkan dengan mengobrol, meluruskan kaki, merebahkan badan, saling berbagi lelah dan senyum, berbagi cerita lucu slama donor darah, serta tentu saja tertawa bersama. Ditengah suasana ceria ini tidak terlihat perbedaan antara senio-junior, karena memang itulah ciri dari PMR 28, tidak ada perbedaan antara senior dengan junior, tetapi tetap junior menghormati senior.Satu persatu panitia izin keluar. Ada yang masuk ke kelas, melanjutkan pelajaran, ada juga yang langsung pulang, tetapi lebih banyak yang , memilih tetap di UKS, menikmati kebersamaan.


1 komentar:

maktabu mengatakan...

Hanan yang baik. blog kamu bagus, teristimewa,banyak tulisannya. saranku sih kamu sering2 nulis diblog untuk latihan, terus diasah kayak pisau. langsung saja aku komentar tentang tulisan yah. judul kamu kurang menarik. soalnya, donor darah adalah peristiwa umum yang sering banget terjadi. masih ingatkan, bagaimana bedanya anjing mengejar orang dan orang yang mengejar anjing. sebaiknya, kamu mengolahnya dengan kalimat sastra, misal.."berderma dengan darah" atau "Pagi Berdarah di 28"(sekadar usulan). kemudian kamu harus pastikan tujuan tulisan kamu untuk menjadi berita, artikel atau sekadar curhat. kalau kulihat dari lead kamu, sebenarnya niatnya sih ingin menulis berita cuma masih terganjal dengan gaya diary. soal gaya sebenarnya sudah baik, kamu bisa mendeskripsikan suasana, cuma masih perlu diasah lagi. kamu rajin baca majalah pantau atau tempo deh, dia kaya banget akan deskripsi. atau baca novel Pramudya Ananta Toer, dee, atau baca karyanya helvy tiana rossa, buat inspirasi.
soal isi, beberapa kali kamu mengulang kalimat yang sama sehingga tidak efektif seperti senior-junior. kemudian ada beberapa cerita yang tidak terlalu penting tetapi tetap kamu masukkan sehingga tulisan kamu jadi terlihat tidak fokus. cuma sekali lagi, butuh latihan untuk bisa menulis dengan baik.

terakhir, barusan aku nonton Live With Alvin (atau apa gitu) di Metro Tv. dia mengundang tiga orang perempuan penulis yang tersohor. Dewi Lestari (dee),Jenar Maesa Ayu sama Nur Iskandar Yusuf. karya mereka memang ok. aku sendiri penggemar dee. tapi aku rada miris juga, karya perempuan penulis muslim yang penuh dengan nilai kok gak pernah di ekspose yah..atau kita memang kekurangan stok karya.mudah2an kamu dan teman2 di IJMI bisa menjawabnya.
regards, abi (godvrebenheid.blogspot.com)