Sabtu, 28 Februari 2009

Cape tapi Puas, part 2

cerita berlanjuuuut..

ya, akhirnya aku sadar sepenuhnya sekitar jam 5 pagi...
Bangunin temen2, ajak mereka sholat, dan bersiap2 mengahadapi hari yang panjang.
Ya, semua sibuk memenuhi permintaan senior mereka. Aku dan Noni bingung harus ngapain, jadilah aku samperin senior2 ku, ternyata kindisi mereka ga jauh dari aku, mata sayu dan masih terlihat malas bangun. Aku tanya pada ketua ku, "kita mau ngapain nih ka?" jawabnya "ya latihan, materi" balasku "hooo, jadi sekarang pake baju apa? PDH?" jawabnya lagi "ya, cepetan gih sono siap2.. eh, gw laper ni.. minta makanan dong" ku jawab "buat ntar aja kak, pas materi, kan enak tu belajar sambil makan" dia hanya mengangguk dan kembali merebahkan tubuhnya.
ok, semua siap. Anak PMR berjalan beriringan menuju tempat kakak PMI KIta akan belajar. Akhirnya kita belajar di dalam ruangan. haduuh, tadinya mau di alam bebas, tapi karena papan tulisnya ga bisa bi bawa2, jadilah kita mendekam di ruangan. ga papa deh.
Pelajaran dimulai. Kami membahas tentang Pertolongan Pertama. hmm,agak rumit. Tapi aku enjoy, coz selama belajar penuh canda. Tapiii, saat kakak dari PMI, o iya namanya Kak Tile dan Kak Bari. Saat kak tile ingin memperagakan suatu pertolongan, yang jadi 'sukarelawan' pasti aku ato noni. huh, awas ya kak Phatty.
Ok, bagian kak tile kelar, sekarang tugasnya kak bari ngajar. kak bari ngajar praktek. Jadi kami jalan2. Kami cari tempat yang asik dan enak. Kak raras minta tempat yang agak jaunh, tapi kak tile ngotot ga mau jauh2, jadi kak raras ngalah. Akhirnya kami praktek di saung depan lapangan yang bakal dipake buat api unggun. yak, untuk sekarang yang jadi korban noni terus, dan kali ini benar2 sukarela. ok, palajarn dimulai. Tapi kok suasananya ga enak ya? yap itu karena kak tile, dia ga ngijinin kami makan sambil belajar, tapi dia sendiri makan selagi kami belajar. Ga fair kan?
Singkat cerita kami break zuhur, makan sambil ngobrol, trus lanjut sholat..
Aku dapet banyak banget ilmu. seperti tentang asma, hiperventilasi, hipotermia, cara membalu dan membidai.
dan yang paling asik, kami belajar di tengah2 kabut yang naik turun, hoo.. udara makin terasa dingin. Noni sampe membalut dirinya dengan mitela yang sebelumnya di pake buat praktek, tapi dia tetap merasa dingin, akhirnya aku peluk, dan ga lama kemudian kakak2 kelas ku iktu berpelukan.. angeeet.. anehnya aku ga ngerasa terlalu dingin, tapi aku tetep make alat bantu, yaitu slayer kulilit di leher, jadi ga ada angin yang bisa masuk ke dalam jilbab ku.
Tapi ternyata kami sungguh jahat. Kami tertawa selagi anak UK dan Paskib lagi di briefing ma senior2 mereka. Aku cuma bisa diam dan berusaha tidak menguping kata2 para senior UK dan Paskib. Tapi tetep aja aku ga tega pas ngliat apa yang harus dilakukan anak paskib.huh, sabar ya temen2.
Menjelang ashar kak raras mengejak diskusi tentang apsi yang bakal kami tampilkan saat api unggun. tapi ga ada yang punya ide memuaskan. Ada juga idenya Itha yang aneh2, kayak aki ma noni disuruh breakdance(bener gini ga tulisannya?), ato aku dan noni di suruh joget yang ga banget. Pokoknya semua ide dia kami tolak abis2an.
Setelah cape bercanda dan foto2, aku,noni, kak raras dan kak Phatty ke kamar mandi, aku emang udah agak lama menunda panggilan alam itu. di perjalanan ke kamar mandi, kami menemukan banyak banget bekicot. Untung ga keinjek.
setelah puas memenuhi panggilan alam, kami ga langsung kembali ke tempat, kami berdiam di atas (kamar mandinya ada di atas), karena beberapa alasan, diantaranya, pemandangan yang bagus banget, sinyal hp kuat, mau diskusi perihal apsi(coz klo di bawah, pasti yang ada malah bercanda). Ok, kami dapet satu ide, kami mau buat sandiwara kecelakaan, trus kami praktekin deh ilmu balut dan bidai yang baru di dapet. Yak, kami kembali ke bawah, untuk meminta pendapat kak tile dan kak bari.
Setelah kami mengutarakan ide kami ke kak tile dan kak bari, kak tile juga mengutarakan idenya yang ternyata lbh mudah di laksanakan. jadi idenya kak tile adalh kami akan membuat semacan iklan sosialisasi HIV/AIDS. Kami akan menampilakn AIDS itu apa, menular melalui apa aja,tidak menular melalui apa aja, trus cara pencegahannya.
Matahari mulai kembali ke peraduannya. Bulan mulai menguasai langit. Magrib tiba. Setelah sholat, kami menyiapkan properti untuk Apsi. Setelah makan malam yang penuh canda tawa, kami mulai menggunting karton dan menulis di kertas. Singkat cerita, persiapan selesai. Sebelum tampil kami latihan dulu. Noni yang berperan sebagai 'Sang Virus HIV' memakai jaket anti air ku yang sudah di beri label "HIV" di bagian punggungnya. Semua tertawa melihat Noni yang mungil nyaris tenggelam di balu besarnya kostum.
Persiapan dan latihan selesai sekitar jam 8 lebih, kami sudah di suruh untuk ke lapangan tempat dinyalakannya api unggun. Senior2 ku dan Kakak PMI jalan terlebih dahulu, karena aku dan noni di suruh bawa senter. Aku dan noni berjalan berdua di tengah kegelapan dengan hanya diterangi lampu senter. Kami berjalan sambil mengobrol. Di tengah obrolan aku ingat bahwa suntikan raksasa, modal utama kami, tertinggal di ruangan tempat kami menyiapkan properti. Agak jauh di depan kami, aku melihat bayang2 Kakak2 kelasku, aku teriak memanggil mereka dan agak berlari menghampiri mereka. Aku tanya apakah ada yang membawa suntikan raksasa, ternyata tak ada yang membawa. Jadilah aku dan noni yang di suruh mengambilnya. huhh, agak cape.
Sampai lah aku di lapangan. Kami di suruh berbaris. Diajak menghabiskan waktu sebelum api unggun dinyalakan. Diajak nyanyi yang enggak banget. Kami ga bisa duduk, karena lapangan basah lantaran sejak jam 3 sore hingga jam 8 malam, rintik hujan tidak berhenti turun dari langit.


Ceritanya blm selesai, maaf ya.. tapi sebenarnya kemaren udah kelar, karena kemaren speedy di rumah lagi menyebalkan, jadi yang ke save ya cuma segitu. aku udah males nulis ulang.. maaf yaa
aku posting baru aja yaaa..

Minggu, 22 Februari 2009

Cape tapi Puas, part 1

hoahmm, maaf ya. Udah malem, tapi udah niat mau posting..

Tau ga?
Sejak Jumat sore aku seneng banget. Mau tau kenapa aku bisa seneng?
Begini ceritanya. Jumat, 20 Februari 2009, sekitar jam 11 siang, aku dan teman-teman berangkat pake tronton. Tujuan kami adalah gunung Bunder. Kami ke sana untuk pergab, perkemahan gabungan. dan kau tau sahabat? Saat memasuki daerah gunung, udara yangg ku hirup udah sangat berbedadengan yang ku hirup sehari-hari. Ku ambil napas sepanjang mungkin hanya demi menikmati sejuknya udara gunung. Aku ga mau kenikmatan itu hilang.
Sekitar jam 3 sore, tronton yang membawa ku dan teman-teman sekelas serta beberapa kakak kelas tiba di Rindam, Gunung Bunder. Kami harus memikul bawaan kami. Carrier besar berada nyaman di punggung ku. Ku coba melupakan mual ku dengan menarik napas panjang sambil memandang puas ke arah barisan pegunungan. Bersama Ais, aku jalan menuruni aspal, sambil membicarakan betapa indahnya lukisan Allah yang terhampar di depan mata kami. Aku tak putus menggumamkan "Subhanallah". Sungguh, aku tak bisa melukiskannya dengan kata-kata ku yang sangat terbatas.
Akhirnya aku dan Ais tiba di tempat berkumpul. Kami jatuhkan tas-tas besar kami. Merasakan ringannya tubuh tanpa tas besar di punggung. Sambil mengobrol kami menunggu instruksi selanjutnya dari guru pembimbing. Ada yang main kartu remi, UNO, buka perbelakan, jalan-jalan, main berbagai jenis bola (voli, sepak, rugbi,,sayangnya ga ada yang bawa bola bekel^^)
Tapi aku lebih memilih mencari kamar mandi. Panggilan alam memang tak bisa ditunda terlalu lama^^,,setelah puas memenuhi panggilan alam, aku mencari kakak2 PMR. Ku SMS kak Fathia (Ketua PMR ku). Setelah bertemu kami saling bertukar cerita.. hoo.. tak lupa dia cerita lucu..
Aku kembali ke temn-teman KRAYON. Nonton yang main UNO..
Tak lama kemudian kami di suruh turun ke barak tempat kami meletakkan barang dan istirahat. huahh, sebuah perjuangan menuruni jalan beraspal yang sangat terjal sambil memikul Carrier yang nyaris penuh. Takut gelinding..haha"
hhh,, sampe juga di barak. Aku dan anak PMR segera mencari tempat strategis, yaitu dekat dengan stop kontak, biar gampang nge-charge..^^ dapeet.. Tapiiii... Aku dan Noni diusir..hiks :'( cuma karena ruangan itu adalah ruangan penuh kelas 11, jadi kami, yang baru kelas 10 harus pindah, padahal PMR pingin kumpul..:'(
Yah, apa boleh buat, Aku dan Noni pindah. Cari lagi yang dekat stop kontak. dapeet.. tapi kok pisah dari KRAYON ya, jadi kami pindah lagi, mendekati anak2 KRAYON. yupp, dapet temen deh.
Setelah beres-beres, kami main main kartu, tapi aku ga ikutan, nonton aja, coz mereka udah main duluan sebelum aku gabung. Udah gitu pasti aku kalah, coz mereka main "Bo'ong".. aku ketauan banget bohongnya, jadi kalah deh (eh, bagi yang ga tau apa itu permainan "Bo'ong", segera bertanya pada hanan atau anak 28). trus, aku memutuskan untuk mandi. Hebat kan di tempat dingin begitu aku milih mandi.. haha" Seger banget lhoo. Eh, ga lama kemudian azan magrib, ga jadi lagi deh main kartunya. Sholaat, trus lanjut makan, ngobrol, sholat isya. Setelah diskusi dulu dengan kakak2 PMR, aku memilih tidur, karena sepertinya malam itu ga ada acara. sekitar jam setengah 9, aku berbaring di atas sleeping bag, dan tidur.
Sekitar jam setengah 12, aku bangun, merasa kedinginan, jadilah ku ambil jaket dan masuk ke dalam sleeping bag. tidur nyenyak deh sampe jam 3.45. aku bangun, liat jam trus tidur lagi^^ akhirnya aku bangun jam 4.40 (kira-kira).

Maaf ya guys, aku udah ngantuk dan laper banget m\ni. jadi aku mau makan trus tidur. Besok ku lanjutin lagi..
makasii^^

Senin, 16 Februari 2009

Petaka Membawa Berkah

Anak-anak KRAYON pasti udah tau ya, apa yang kualami hari ini, tepatnya siang ini.
Tadi siang, sekitar jam 2, pelajaran kimia, hanan melakukan tindakan yang sangat bodoh.
berikut adalah kisah lengkapnya.

Jam 12.40 bel tanda usainya istirahat kedua berteriak, memanggil segenap anak bangsa di 28 untuk segera kembali ke kelas masing-masing. Walau sang bel telah rela mengorbankan dirinya tersiksa untuk kami, anak-anak yang hanya peduli dengan bel jika itu pertanda istirahat dan pulang, masih banyak saja yang berleha-leha di kantin, di MBR, di koridor kelas. Tetapi, itu semua bukan mutlak kesalahan kami. Guru pun sering telat masuk kelas, tetapi ketelatan guru ini disyukuri oleh kami. Tetapi tidaj untuk kali ini, aku dan 22 teman ainnya sudah menunggu dengan harap-harap cemas kedatangan Pak Maryono, guru matematika sekaligus wali kelas tercinta kami, hal ini bukan tanpa sebab. Kami telah siap menerima soal-soal remedial. Yapp, aku dan 22 teman ku aka remedial MTK.
Akhirnya, yang ditunggu pun datang. Remedial dimulai. Hanan berusaha tenang dan meyakinkan diri bahwa hanan bisa mengerjakan semua soal. Waktu berlalu dengan sangat cepat. Aku baru mengerjakan 3 soal dari 5 soal yang diberikan. Pak Mar, memberi waktu tambahan dengan meminjam waktu kimia. oke, remedial selesai.
Bu Nur masuk kelas dengan gayanya yang khas. Beliau mulai mengajar tentang alkana, alkena, dan alkuna. Di tengah-tengah penjelasan beliau, Renusa, cowok unik tapi cerdas di belakangku menantang diriku. Aku yang sedang mudah sensi ini merasa tertantang, dan menerima tantangannya, yaitu merakit kembali pulpen yang sudah ia bongkar. Aku fokus dengan potongan pulpen yang ada di tanganku. Tapi selama aku sedang berusaha, Renusa mengusikku dengan kata yang makin bikin aku sewot. Dia bilang gini "Udah nan, klo ga bisa biar gw aja." Aku merasa terhina "Ga, gw bisa." Aku kembali dengan pulpen ditangan, tapi masih tetap mengobrol dengan renusa.
Yapp, akhirnya selesai juga, aku berhasil merakit kembali dengan sempurna pulpen Renusa. aku pamerin ke Renusa. dan dia mengumpat "Sial, udah bener lagi!!"
Saat itu lah, Bu Nur memanggil Renusa dan aku ke depan. Ternyata dia memperhatikan akmi berdua sejak pertama memulai pembicaraan. Kena lah kami berdua. Beliau menyuruh kami menjelaskan materi yang sedang baliau bahas. Glek, sejak awal aku memang tidak memperhatikan. Aku hanya bisa menunduk, menunjukkan rasa bersalahku. Renusa yang lebih banyak menjawab pertanyaan Bu Nur perihal kegiatan yang sejak tadi kami lakukan berdua. Aku hanya bisa menggumam. Entah kenapa aku benar-benar merasa bersalha tapi tidak ada gemetar sedikit pun pada tangan dan kaki ku. hmm, hal yang agak aneh untuk seorang hanan.
Singkat cerita, Bu Nur berbaik hati dengan mempersilakan kami duduk kembali. Aku kembali ke tempat ku dengan kepala tertunduk dan hati mengumpat "Hanan BODOH"
Di sisa waktu kimia, Bu Nur banyak berbicara perihal kedisiplinan, remedial, dan cerita untuk menghabiskan waktu mengajarnya..
Tapi dengan kejadian tadi, aku langsung mengerti dengan materi yang tadi aku lewatkan karena kebodohan ku sendiri. Aneh ya?? Tapi memang itulah yang terjadi..^^

Jangan dicontoh ya..

nb:maaf banyak kalimat yang kurang jelas..tapi ya itu hanan^^